Minggu, 22 April 2012

BAB 6 MANUSIA, KESERAGAMAN, DAN KESEDERAJATAN


1.       Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam
a.       Diskriminasi di antara Demokrasi dan Hak Asasi
Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, bahasa, dan keyakinan politik. Diskriminasi mengakibatkan pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan, baik individual, maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainnya.
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
b.      Integrasi dan Disintegrasi
Setiap orang bebas memilih kewarganegaraannya, setiap orang berhak mencari suaka untuk memperoleh perlindungan politik dari Negara lain dan tanpa diskriminasi berhak menikmati hak-hak yang bersumber dan melekat pada kewarganegaraannya seta wajib melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
c.       Bhinneka Tunggal Ika sebagai Salah Satu Upaya Mengatasi Keragaman Sosiokultural
Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada suatu asas cultural yang melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan itu terletak pada sila-sila Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
2.       Manusia Beradab dalam Keragaman
a.       Keragaman Budaya dan Peradaban
Ada perbedaan antara kebudayaan dan peradaban. Peradaban hanya menekankan pada unsure-unsur tertentu dari kebudayaan, mungkin unsure akal (tingkat berpikir) atau mungkin unsure perasaan. Kebudayaan adalah hasil karya, cipta, karsa manusia yang turun-temurun dari generasi ke generasi, sedangkan peradaban adalah bagian dari kebudayaan. Setiap bangsa yang ada di dunia ini memiliki kebudayaan yang berbeda-beda sehingga menimbulkan kebudayaan dan peradaban yang beraneka ragam.
b.      Faktor Penyebab Munculnya Keragaman Peradaban
1.       Faktor Lingkungan
2.       Faktor Filsafat dan Peradaban
3.       Faktor Perekonomian
c.       Sikap Manusia Beradab dalam Keragaman
Sebagai manusia beradab, sikap kita terhadap kebudayaan yang beragam adalah mengikuti perkembangan kebudayaan di daerahnya dan apabila kebudayaan itu tidak sesuai dengan kita, tidak boleh menganggap remeh kebudayaan tersebut, tetapi kita wajib menghormatinya.
d.      Problematika Keragaman Kultural dalam Perkembangan Peradaban dan Hidup Beradab
Keragaman cultural (budaya) seringkali menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan dan kesalahpahaman antarsuku tersebut. Contohnya konflik berbau SARA.
e.      Pengaruh Keragaman dan Globalisasi terhadap Pengembangan Kepribadian Masyarakat
Keragaman dan globalisasi terhadap pengembangan kepribadian masyarakat dapat menimbulkan pengaruh dalam kehidupan. Pengaruh tersebut dapat mendatangkan hal yang positif maupun negative.
3.       Makna Keragaman dan Kesederajatan dalam Masyarakat
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk, yaitu masyarakat suatu Negara yang terdiri atas beberapa suku bangsa atau golongan sosial yang dipersatukan oleh kekuatan nasional. Pada masyarakat majemuk terdapat beragam unsure-unsur budaya yang dapat menjadi bagian dari kebudayaan nasional.
Di Indonesia, kesederajatan termuat dalam UUD 1945 yang tercantum dengan jelas. Karena NKRI menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecuali memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan dan ini sebagai konsekuensi prinsip dari kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan.
4.       Unsur Keragaman dan Kesederajatan di Masyarakat Indonesia yang Meliputi:
Ø  Suku, Bangsa, dan Ras
Ø  Agama dan Keyakinan
Ø  Ideologi dan Politik
Ø  Adat dan Kesopanan
Ø  Kesenjangan Ekonomi
Ø  Kesenjangan Sosial
5.       Pengaruh Keragaman terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara, dan Kehidupan Global
Pengaruh keragaman terhadap kehidupan beragama akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak postifnya natara lain, antara satu agama dengan agama yang lainnya akan saling menghormati, sedangkan dampak negatifnya antara lain mudah sekali terjadi ketegangan-ketegangan atau konflik apabila antara pemeluk agama yang satu dengan agama yang lain terjadi kesalahpahaman.
Pengaruh keragaman terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara, pada hakikatnya akan menambah dinamika dalam masyarakat, dan di dalam masyarakat tersebut akan terjadi banyak pencampuran-pencampuran kebudayaan atau penyerapan-penyerapan antara satu budaya dengan budaya lain.
Pengaruh keragaman dalam kehidupan global dapat menimbulkan dampak positif dan negative. Dampak positif yang dapat dilihat antara lain bila suatu negara berkembang menjalin kerjasama dengan negara maju, sedikit banyak akan turut terpengaruh dampak kemajuan tersebut. Dampak negatifnya adalah bila negara tersebut menyerap secara langsung, misalnya kebudayaan dari luar tanpa disaring dan disesuaikan dengan budaya bangsa tersebut lebih dahulu, akan mengakibatkan masuknya budaya asing yang negative.
6.       Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam
a.       Kesederajatan versus Diskriminasi
Kesederajatan artinya setiap orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun pemerintah dan Negara. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sector kehidupan.
Diskriminasi dihubungkan dengan prasangka dan seolah-olah menyatu. Seorang yang mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya.
b.      Diskriminatif sebagai Realitas yang Problematik
Dalam kehidupan masyarakat, ada sesuatu yang dihargai, yaitu kekayaan, kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Hal itu merupakan awal terbentuknya pelapisan sosial yang dapat menimbulkan diskriminasi sosial. Mereka yang banyak memiliki sesuatu yang dihargai dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang menduduki lapisan atas. Sebaliknya, mereka yang hanya sedikit memiliki atau bahkan sama sekali tidak memiliki sesuatu yang dihargai, dianggap oleh masyarakat sebagai orang-orang yang menempati lapisan bawah.
c.       Persaingan, Tekanan atau Intimidasi dan Ketidakberdayaan sebagai Faktor Terjadinya Diskriminasi Sosial
Diskriminasi terjadi karena faktor persaingan, seperti persaingan dalam memperoleh pekerjaan. Diskriminasi karena faktor tekanan atau intimidasi, biasanya terjadi karena pihak yang lemah cenderung menjadi pihak yang ditekan oleh pihak yang kuat.
Sebab-sebab lain yang menyebabkan terjadinya diskriminasi antara lain:
·         Latar belakang sejarah
·         Perkembangan sosiokultural dan situasional
·         Faktor kepribadian
·         Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama
Usaha mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi antara lain dengan cara:
·         Perbaikan kondisi sosial ekonomi
·         Perluasan kesempatan belajar
·         Sikap terbuka dan sikap lapang
·         Menghilangkan sikap etnosentrisme

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar